Selasa, 08 Januari 2013

SEMANGAT ARUM JERAM

 Guru-guru SD JUARA JAKARTA PUSAT melakukan kegiatan positif, yang salah satunya arum jeram di Citarik, Sukabumi. Kegiatan untuk mengisi liburan dan mempersiapan fisik dan mental dilaksanakan pada hari Rabu-Kamis, tanggal 3-4 Januari 2013 di daerah Sukabumi. Berbicara mengenai aktivitas yang memicu adrenalin, mungkin salah satunya wahana yang bernama arum jeram. .Jarak dari hulu ke hilir sungai ini membutuhkan waktu sekitar satu jam lebih dengan menggunakan perahu karet. tiap jeram perlu dihadapi dengan cara dan teknik tertentu. Begitu pula dalam hidup keseharian, tipe masalah berbeda-beda dan mesti dicarikan pemecahan yang berbeda pula. Setidaknya jarak 9 km dengan jeram yang terbentang selama pengarungan. 


YUDI HINDARSYAH

Si mungil yang UNIK.


“Children are the hands by which we take hold of heaven” (Henry Ward Beecher) Pengalaman yang tak ternilai bagi saya sebagai seorang pendidik adalah ketika melihat anak sebagai ciptaan Allah yang begitu berharga dan mengenali keunikan yang ada dalam diri masing-masing anak. Tak terasa sudah saya mengajar baru 1 tahun 6 bulan, baru tahun ini saya menemukan seorang anak yang memiliki karakter yang sangat berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Betapa tidak keberadaannya dia di tengah-tengah sekolah menjadi pusat perhatian bagi guru-gurunya,dia gadis kecil yang mungil, cool dan sangat pendiam sekali, bukan itu saja bila diperhatikan dengan seksama dia seorang anak yang manis, namanya Ina Trias di usianya yang ketika masuk sekolah masih kurang dari 6 tahun.. Ketika di awal-awal masuk sekolah gadis mungil ini, sangat sulit sekali beradaptasi dengan lingkungan di sekolahnya baik dengan teman-temannya dan juga dengan guru-gurunya. Saat ini Ina, begitulah teman-teman memanggil si gadis mungil ini.. Setiap berada di sekolah, ina selalu menangis dan bahkan tidak mau bergabung dengan teman-temannya yang sedang melaksanakan rutinitas pagi sebelum KBM di mulai yaitu Dhuha bersama di sebuah musholah yang sangat sederhana. Dia selalu menangis dan meronta-ronta dengan sekuat tenaga, namun anehnya dia hanya mengeluarkan suara tangisan saja tanpa kata-kata satupun keluar dari bibir kecilnya yang mungil.. Namun, sayapun tak putus asa terus berusaha agar Ina benar-benar, cinta dengan sekolah SD Juara ini. Saya berusaha memisahkan Ina dengan Ibunya, meskipun dia meronta ingin pulang. Namun saya gendong dan membawanya ke sebuah ruangan dan selalu sprt itu stiap pagi. Dia, gadis kecil yang sangat berbeda karena ekspresi wajahnya pun tak terlihat apakah dia sedang gembira, sedih ataupun marah. Sehari-harinya dia lalui dengan diam seribu bahasa.. Dengan berjalannya waktu, ina yang suka menangis, akhirnya sedikit demi sedikitpun menghilang, dia menjadi gadis yang mandiri, itulah perubahan yang dialaminya umtuk saat itu, namun untuk keunikannya yang lain yang terdapat dalam diri ina adalah pendiamnya yang seribu bahasa. Sampai-sampai saya pun kesulitan untuk berkomunikasi dengan dia, dan bukan itu saja ina belum bisa menulis yang memang notabennya dia belum pernah sekolah di TK. Dia masuk karena ikut-ikutan saudaranya yang baru masuk kelas 1 juga… Waktu demi waktu, saya melewati proses pengajaran bersama murid-murid saya yang lainnya di kelas 1. Saya terus mengajak Ina berhitung angka 1-10 dengan pendekatan. Dan diapun sempat berhitung dengan suara yang sangat lembuuuut sekali. Teman di sebangkunya sempat kaget, dan berteriak, “teman-teman Ina dapat berbicara”, ternyata mereka menganggap selama ini Ina tidak dapat berbicara. Teman-temannya pun senang, tapi sangat disayangkan suara mungil itupun menghilang.. Namun kejadian itu membuat saya penasaran dengan gadis mungil ini, hati kecil saya pun sempat bertanya-tanya apakah dia ada masalah ketika kecilnya entah terjatuh atau terkena panas yang tinggi atau bisa jadi dia kurang terkena rangsangan dari orang tuanya ketika dulunya. Akhirnya saya ada berkesempatan, dapat bertemu dengan ibundanya Ina, yang aktivitas kesehariannya hanya sebagai ibu rumah tangga, dan bapaknya hanya tukang ojeg. Dan ternyata dugaan-dugaan saya salah, tidak pernah terjadi hal-hal yang menghawatirkan dengan Ina. Ternyata keseharian ina pun di rumah sama seperti itu, ketika meminta sesuatu sama ibunya hanya mengucapakan sepatah dua patah kata, “mah mau itu”, ketika di balik Tanya sama ibundanya, “ina mau apa”, dia tidak bicara lagi hanya menunjuk dengan jarinya yang mungil”. Meskipun seperti itu saya tetap mengajak ina berbicara meskipun dia diam seribu bahasa, dan kemudia sambil melenturkan jari-jarinya dengan belajar menulis menebalkan angka dan huruf. Ina, si gadis mungil ini pun menjadi penasaran guru-guru yang lain mengajak bicara, seperti biasa dengan sikapnya yang cool dan tanpa ekspresi namun wajahnya yang sangat polos. Namun suatu ketika berhasil juga, Ina dapat mengeluarkan kata-kata dan merespon kata-kata. Ya meskipun dia masih sangat pemalu sekali, karena dia hanya dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru-guru tertentu saja dan itu pun hanya pertemuan dua mata (private) dan hanya dari hati ke hati baru menembus ke hatinya… ibarat pepatah, “ sekeras apapun batu, maka dia akan terlubangi dengan tetesan air”.. Di penghujung masa berakhirnya proses belajar mengajar, yang sangat mengejutkan sekali, ketika tadi siang tanggal 21 Desember 2012 tepat pukul 13.30, setelah mengadakan serangkaian acara dari Rumah zakat dan Lintas Arta, yang telah memberikan Check kesehatan seperti pemeriksaan gigi, mata, pemeriksaan umum, dan check buta warna.. Terimakasih kami ucapkan kepada Bp Efendi dan para staff, Lintas Arta dan para wartawan yang telah meliput jalannya acara kami.. Tepat pukul 13.30, waktunya membagikan dan mengumumkan hasil belajar anak-anak di semester 1. Komunikasi dari orang tua pun berjalan satu persatu. Hingga akhirnya, saya berkomunikasi dengan ibundanya Ina, dan ibundanya sempat tersentak kaget, ketika di rumah ina diajak belajar sama ibunya, namun Ina menolak dengan bahasanya yang sangat singkat, “nggak mau”, namun ibunya mengulang kembali kata-katanya, dan Ina hanya menjawab “sama Ibu”. Ibundanya menegaskan sama ibu ya na, ayo kita belajar. Ina langsung menggeleng kepalanya. Dan ibunya kebingungan dengan menegaskan, “ sama ibu siapa?...”, ina menjawab, “Ibu guru”. Bukan itu saja, perubahan sikap ina yang lain, dia menjadi rajin berangkat ke sekolah. Bangun pagi-pagi, langsung mandi.. Hingga suatu hari, ibunya sempat heran dengan Ina, bagaimana tidak heran, sampai-sampai hari liburpun dia ingin bersekolah, meskipun ibundanya sudah memberitahukan bahwa hari ini hari minggu. Namun tetap saja dia ingin berangkat ke sekolah. Ketika sudah sampai di sekolah, dia melihat gerbang sekolah terkunci rapat, dan Ina pun baru mempercayai perkataan ibunya… Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling mulia, termasuk anak-anak yang merupakan awal dari perkembangan manusia. Lucu, ceria, dan cute merupakan gambaran sifat yang bisa ditunjukkan bagi anak-anak. Jika ditanya, banyak orang mengatakan bahwa masa kanak-kanak adalah masa yang paling menyenangkan. Anak-anak bisa tertawa lepas, bermain hingga puas, mendapat perhatian yang khusus dan kasih sayang dari orang tua, serta tidak perlu memikirkan masalah keluarga. Indahnya hidup dalam masa itu. Sebagai seorang yang sudah melewati masa kanak-kanak, secara pribadi ingin rasanya untuk kembali ke masa kanak-kanak karena masa kanak-kanak adalah masa yang paling menyenangkan. Jika melihat sosok anak kecil, kita seperti melihat jiwa yang murni dan tulus yang terpancar dari dalam diri anak itu. Masa kanak-kanak dimulai setelah melewati masa bayi kemudian masa kanak-kanak dilanjutkan ke masa remaja. Dalam masa kanak-kanak, setiap anak memiliki kebutuhan yang harus dilengkapi di masa itu baik secara fisik, emosional, mental, dan spiritual. Anak membutuhkan kasih sayang yang penuh dari orang tua untuk mengisi ruang-ruang kebutuhan yang ada dalam diri anak tetapi kenyataannya tidak semua anak yang mendapat kesempatan untuk dilengkapi dengan apa yang seharusnya dibutuhkan anak pada masanya. Hal ini pun menyebabkan setiap anak memiliki karakter masing-masing yang sesuai dengan pola perkembangan anak ini ataupun dibawa secara genetik dari orang tua. Setiap perbedaan karakter anak-anak menjadikan mereka UNIK bagi setiap orang yang melihat anak sebagai ciptaan Allah yang berharga dan mulia. 
 Nency Apiyanti,

Jumat, 07 Desember 2012

Murid - muridku ; Inspirasiku

Jam pelajaran kelas 2 telah dimulai. Hari ini materi pembelajaran kelas dua tentang “Family member”. Untuk membuat pelajaran lebih menarik, ku telah mempersiapkan kertas warna dan gunting. Rencananya kita akan membentuk seekor kura-kura dari kertas warna tersebut lalu ditengahnya diberi nama “Family member” dan setelahnya bentuk kura-kura tersebut akan ditempel di sterofoam sesuai dengan urutan dalam keluarga. Langkah awal, ku jelaskan kepada para siswa/I tentang nama-nama Family member dalam bahasa Inggris. Dimulai dari grandfather sampai Cousin. Dengan cara pengajaran melalui tehnik bercerita, hanya dalam waktu 30 menit Alhamdulillah siswa/I pun telah hafal dan faham tentang nama-nama anggota keluarga, setelahnya ku berikan beberapa pertanyaan seputar materi hari ini untuk memastikan bahwa apakah mereka telah hafal dan faham atau belum. Dari 7 pertanyaan ku, ternyata siswa/I yang ku tunjuk, mampu menjawabnya dengan benar. Yakin akan kefahaman mereka lalu ku bagikan selembar kertas berwarna kepada setiap siswa/I di kelas tersebut. Langkah kedua pun dimulai. Ku gambarkan seekor kura-kura dengan sangat rapih dan bagus “menurut ku, he.he.he.” di papan tulis, lalu ku minta mereka menirunya pada kertas berwarna tersebut lalu digunting dengan mengikuti pola kura-kura yang telah mereka gambar sebelumnya. Dengan sibuknya setiap siswa menggambar dan dan menggunting kertas tersebut. Meskipun gambarnya satu bentuk, namun hasil gambaran siswa/i berbeda-beda, al hasil beragam bentuk kura-kura pun berhasil diciptakan. Sempat tertawa dalam hati melihat hasil tersebut, karena bentuknya ada yang kepalanya lebih besar, kakinya yang besar sebelah, ekornya yang putus dan harus disambung, malah seperti ekor kucing, malah ada yang lebih mirip seperti ayam, ha.ha.h, Cukup menghibur setelah mengencangkan urat leher yang melelahkan. Dari semua bentuk kura-kura memang terlihat aneh, ada satu yang membuat ku harus memutar-mutar bentuk tersebut untuk memeastikan apakah ini bentuk kura-kura atau pak tani yang sedang manggendong tas ransel, karena dikepalanya ada potongan seperti bentuk caping yang sobek dan terlebih satu kaki lurus kebelakang,” maaf, seperti anjing yang buang air seni”. Sejenak ku perhatikan dengan seksama, tidak terbayang juga oleh ku dan akhirnya ku bertanya pada anak yang mambuat karya tersebut, “ ini bentuk kura-kura apa, boy?”. Dengan wajah tertunduk malu-malu si anak menjelaskan, “ini kura-kurannya sedang berdiri,Mr.” Jawabnya sambil menunjukkan posisi yang benar dari bentuk kura-kura tersebut menurutnya. Seketika saja ku ingat kura-kura dalam film “ninja turtle”. Ku coba memeasuki alam khayalnya yang dituangkan si anak dalam sebuah karyanya. Ohh, baru ku tahu bahwa bentuk potongan dikepala yang tadinya menurut ku caping yang sobek, ternyata ikat kepala dan bentuk kaki yang lurus itu merupakan tumpuannya berdiri dangan satu kaki, dan kaki yang satunya lagi menekuk seperti sedang memperagakan jurus bela diri dangan jari-jari mengepal. Lepaslah ketawa ku mengetahui bentuk asli dari karya anak tersebut, ha.ha.ha. tidak habis fikir ku di buatnya, kenapa dia sampai membuat seperti itu, padahal tidak pernah ku menyinggung soal film tersebut.. ada-ada saja, gumam ku dengan menggelangkan kepala. Langkah terakhir, ku tempel semua karya anak-anak pada selembar stero foam dengan posisi melingkar dan di tengahnya karya yang terbilang unik tadi. Ternyata banyak para siswa/i yang memperhatikan bentuk kura-kura unik tersebut penuh rasa penasaran dan bertanya-tanya, “bentuk apaan itu?”. Setelah ku jelaskan, mereka tertawa dan ki tertawa bersama.. sebuah momen yang sangat indah saat bersama-sama kalian, dan situasi itu terbentuk melalui si kura-kura ajaib yang sangat menginspirasi. Subhanalloh, aku memang berada di tengah murid-murid ku, tetapi perasaan ku lebih merasa berada diantara “masternya para imaginasi, masternya dunia khayal yang cara berfikirnya melebihi dari waktu dan lingkungannya”. Mantabbb. Kejadian ini membuka fikiran ku, bahwa bentuk yang ada bukanlah patron yang harus diikuti seperti bentuk aslinya, tetapi kajilah dan kembangkan menjadi sebuah hasil yang dapat membentuk kesan dan pesan juga dapat merubah pola fikir masyarakat pada zamannya. Mungkin kalau sekarang yang kita kenal sebagai konsep ATM (Amati Tiru Modifikasi). Terima kasih guru ku, mesti kalian bertubuh kecil namun telah mengajari ku hal-hal besar.

Oleh : Ade Pratama



Rabu, 21 November 2012

Manisnya sebuah Proses


Seorang anak perempuan berkata pada ibunya bahwa yang dihadapinya semua tidak baik. Dia gagal di ujian matematika... kekasihnya pergi begitu saja... direbut oleh sahabatnya... Menghadapi kesedihan itu, seorang ibu yang baik tahu untuk mengembalikan semangat anak perempuannya... “Ibu membuat kue yang lezat,” katanya sambil memeluk anaknya dan mengajak ke dapur, berharap melihat kembali senyum bu... ... ah hatinya. Ketika ibunya mempersiapkan bahan-bahan pembuat kue, anaknya duduk di seberang dan memperhatikan dengan seksama. Ibunya bertanya, “Sayang, kamu mau mama buatkan kue?” Anaknya menjawab, “Tentu ma. Mama tahu aku suka sekali kue.” “Baiklah...” kata ibunya, “Ini, minumlah minyak wijen.” Dengan terkejut anaknya menjawab, “Apa?!? Gak mau!!!” “Bagaimana kalau kamu makan beberapa telur mentah?” Terhadap pertanyaan ini anaknya menjawab, “Mama bercanda yah...” “Bagaimana kalau mencoba segenggam tepung?” “Gak lah ma... aku bisa sakit perut.” Kemudian ibunya melanjutkan, “Bahan-bahan ini belum dimasak dan rasanya tidak enak, tapi kalau kamu sudah mencampur dan mengolahnya bersama-sama... ... Ini semua akan menjadi sebuah kue yang lezat !” Allah bekerja dengan cara yang sama. Saat kita bertanya mengapa DIA membiarkan kita melewati masa-masa sulit, kita tidak menyadari berkat-berkat apa yang tengah DIA siapkan untuk kita. Hanya DIA yang tahu dan DIA tidak pernah membiarkan kita jatuh. Kita tidak perlu berkutat pada bahan-bahan mentah yang ada, hanya percayalah padaNYA... Dan kita akan melihat sesuatu yang luar biasa terjadi ! Allah begitu mengasihi kita... DIA mengirimkan bunga-bunga cantik di setiap musim semi tiba... ... DIA membuat matahari terbit setiap pagi... ... Dan tiap saat kita ingin berdoa... DIA selalu ada untuk mendengar! DIA bisa tinggal di mana saja di alam semesta ini... Tetapi DIA memilih untuk tinggal di hatimu! 
oleh Nency Apiyanti,

Kamis, 01 November 2012

Keringat Menyegarkan


Hari Selasa, 30 Oktober 2012. SD JUARA JAKARTA PUSAT kelas 6 berkunjung ke pabrik POCARI SWEAT di daerah CIGOMBONG, LIDO, SUKABUMI. 
Kesuksesan keluarga Otsuka (Jepang) di tampilkan dari sebuah tayangan video. Dari awal yang hanya membuat cairan infus dengan pabrik yang kecil sampai kesuksesan sekarang dengan penjualan Pocari Sweat yang mendunia.  Seorang penelitinya melakukan kurang lebih 1000 x percobaan dan inovasi untuk membuat rasa Pocari yang sekarang dirasakan selama 3 tahun.
Hal yang menarik juga adalah proses pembuatan Pocari Sweat, dengan mendengar dan melihat secara langsung pengolahannya (walaupun dari jarak jauh --Steril). 
Melihat dan merasakan kesuksesan keluarga Otsuka melalui kunjungan ini, menjadikan kami sebagai muslim semakin bersemangat untuk membuat inovasi-inovasi baru.
Minum Pocari Sweat dulu ah.. ah ah ha hhh. 
oleh Yudi Hindarsyah,

Selasa, 09 Oktober 2012

Menumbuhkan Kreativitas Anak



Kreatifitas Anak – Terkadang para orang tua kesal atau jengkel melihat anaknya nakal atau agak susah diatur. Kertas yang disobek-sobek, tembok yang dicoret-coret, mainan yang berhamburan disana-sini dan lain-lain seringkali membuat orang tua kesal sehingga akhirnya anak dimarahi. Sebetulnya, di dunia pendidikan tidak ada istilah anak nakal, yang ada adalah anak kreatif. Kreatifitas tidak hanya bakat dalam bidang seni atau musik, akan tetapi meliputi cara berpikir kreatif dalam setiap bidang. Kreatifitas bukan bergantung pada IQ. Anak yang kreatif memiliki taraf kecerdasan tinggi, tetapi belum tentu memperoleh angka tinggi dalam tes IQ, terutama yang mengukur kemampuan akademis. Kreatifitas Anak merupakan proses pembelajaran yang terus menerus dan dilakukan sejak dini. Dr. E. Paul Torrance, professor ilmu pendidikan di Universitas Minnesota, mengatakan bahwa peran orang tua sangat penting dalam menemukan cara untuk meningkatkan kreatifitas anak, kemampuan ini perlu dirangsang dan diberi pengarahan sejak bayi. Menurutnya, kreatifitas anak mulai meningkat pada usia 3 tahun, mencapai puncaknya usia 4-4 1/2 tahun lalu menurun pada usia 5 tahun ketika anak masuk sekolah, hal ini mungkin karena tekanan guru dan teman yang menuntut dia agar menyesuaikan diri. Berikut beberapa cara menumbuhkan kretifitas anak yang dikutip dari buku “Cara Mengembangkan Kreatifitas Anak” oleh Reynold Bean, Binarupa Aksara, 1995 : 1. Beri kesempatan anak untuk menyampaikan perasaan, keinginan dan gagasannya tanpa mencela atau membuatnya malu 2. Hormatilah cara anak mengekspresikan kreatifitasnya dengan memberikan pengakuan dan pujian terhadap proses kreatif yang dilakukannya 3. Ciptakanlah lingkungan rumah yang kaya akan peluang mengekpresikan diri dengan menyediakan sumberdaya seperti mainan, buku, benda bekas, ruang dan waktu untuk kreatifitas 4. Tanyakan dahulu pendapat atau penilaian anak terhadap hasil karyanya sebelum orang di sekitarnya memberikan penilaian 5. Akui dan hargai hasil karya anak dengan membingkainya, menempel hasil karyanya dan memujinya 6. Hindarkan tindakan membanding-bandingkan anak dengan temannya, atau dengan kakak atau adiknya 7. Biarkan anak bermain dengan gembira, karena bermain adalah wujud kreatifitas bagi anak. Pada waktu bermain, anak akan merasa gembira dan pada saat itulah kreatifitas akan mengalir deras Namun perlu diingat, bila hal tersebut diatas dilakukan sebaliknya, tentunya hal itu akan membunuh kreatifitas anak. Dan ini kebanyakan dilakukan oleh orang dewasa di sekitar anak. 
(BU NENCY)

SISWA SD Juara Jakpus SERANG MONAS



Assalamu`alaikum
sobat pejuang...SERANG>>>>SERANG>>>>SERANG MONAS.............
Alhamdulillah kemarin Senin 8 Oktober 2012 kami siswa-siswi beserta guru dan sebagian orang tua siswa mendatangi Monumen Nasional atau yang lebih dikenal Monas. Pagi-pagi kami sudah berada di tengah-tengah lapangan Monas dalam rangka memeriahkan Pameran Alutsista Peringatan HUT TNI ke 60....LUARRRR BIASAAAAAAAAAA kami disambut dengan ramah oleh beberapa TNI yang memberikan wejangan menjadi tentara keppada siswa-siswi yang bercita-cita menjadi tentara..
Macam-macam perlengkapan tempur dapat kami lihat disana...seru...menyenangkan...mengharukan ( ada orangtua siswa yang mau melahirkan setelah berkeliling Monas ...hehehe si dede bayi mau liat peralatan tempur tentara RI juga kali ya?????)
Kami berpose di kendaraan atau senapan panjang buatan negara Indonesia...seruuuuuuuuuuuuuu......banyak pelajaran mengesankan yang dapat kami terima disana......kamilah guru-guru yang akan mewujudkan cita-cita kalian nak...SEMANGATTTTTTTTTTTTT...( udah dulu ya ) 
(BU LAILA)